MANADO, SpiritKawanua.com – Shalom. Mari kita renungkan bersama firman Tuhan dalam Yesaya 2:1 yang berkata:
Firman yang dinyatakan kepada Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa ada banyak orang yang dipanggil Tuhan Allah untuk menjadi hamba-Nya atau menjadi alat-Nya dalam rangka mengerjakan rencana-Nya. Misalnya seseorang dipanggil untuk menjadi nabi, atau menjadi murid Yesus Kristus.
Pemanggilan ini tanpa melihat latar belakang kehidupan seseorang. Seperti Yeremia dipanggil ketika ia masih muda, bahkan menurutnya ia tidak pandai berbicara. Matius dipanggil menjadi murid Yesus Kristus (Mat.9:9-13), padahal ia adalah seorang pemungut cukai.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, ayat ini menjelaskan bahwa ada firman yang dinyatakan (Ibr: khazah = telah dilihat) kepada Yesaya bin Amos. Dia adalah nabi yang telah menerima panggilan Tuhan Allah untuk menyampaikan penglihatan dan nubuat yang diterimanya kepada umat-Nya.
Ia bersedia dipakai-Nya untuk maksud yang baik yakni memberi peringatan, nasihat untuk tetap hidup dalam kasih setia-Nya dan pengharapan baru bagi umat pilihan-Nya. Ia menyerukan pertobatan agar mereka memperbaiki jalan hidup, sehingga akan ada pemulihan dari Tuhan Allah. Ia juga memberitakan pengharapan mesianis tentang keadaan masa yang akan datang, di mana umat akan dihukum karena dosa pemberontakan mereka, namun kelak mereka akan dibaharui oleh kasih setia Tuhan Allah dan akan menjadi pusat kekuatan dan keagamaan yang besar sehingga dikenal oleh banyak bangsa.
Segala sesuatu yang disampaikan oleh nabi Yesaya benar-benar adalah perkataan Tuhan Allah, bukan atas kemauan atau keinginan pribadinya. Meskipun ketika menyampaikan nubuat ini, dia harus menghadapi berbagai tantangan dan pergumulan, bahkan termasuk di dalamnya adalah sikap penolakan dari bangsa Israel. Tapi dalam situasi yang seperti ini, perannya sebagai pembawa pesan ilahi atau agen pembawa berita untuk perubahan, harus terus dilakukannya.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, Tuhan Allah memiliki otoritas ilahi untuk memanggil siapa saja yang dikehendaki-Nya, tanpa memandang latar belakang, status sosial, usia, pekerjaan atau keadaan hidup seseorang. Karena itu, firman saat ini mengajak kita sebagai keluarga Kristen untuk melihat kerelaan hati nabi Yesaya yang mau dipakai Tuhan Allah, dengan membiarkan otoritas firman-Nya yang berbicara dalam hati dan pikirannya.
Kiranya kita pun dengan rela hati menerima jika Tuhan Allah memakai kita. Kita harus merespons dengan hati yang terbuka dan penuh iman. Sebab firman Tuhan Allah harus dipandang sebagai sumber pengajaran dan dasar dalam setiap bentuk pengajaran tertinggi bagi umat-Nya, sehingga dalam hal ini tanggapan kita akan menjadi sangat penting. Amin.
(Renungan Harian Keluarga)







