MANADO, SpiritKawanua.com – Tren digitalisasi di Sulawesi Utara terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat. Seperti yang dicatat Bank Indonesia Sulawesi Utara periode Januari hingga Februari 2026.
“Pada periode itu, transaksi QRIS di Sulawesi Utara mencapai 9.678.525 transaksi dengan nilai sebesar Rp1,11 triliun. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 4.327.023 transaksi dengan nilai Rp540,14 miliar,” ujar Kepala Tim Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Ircham Andrianto Taufick.
Dikatakan Ircham bahwa BI Sulut terus melibatkan diri dalam berbagai event yang ada di Bumi Nyiur Melambai. Tujuannya guna memperluas akseptasi QRIS sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat.
“Kami melihat bahwa pendekatan melalui event dinilai efektif dalam mengakselerasi penggunaan pembayaran digital karena langsung menyentuh aktivitas masyarakat,” jelasnya lagi.
Sinergi ini menunjukkan bahwa digitalisasi pembayaran telah semakin membumi dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Sulawesi Utara. Dari panggung kreativitas generasi muda hingga ruang interaksi ekonomi UMKM, QRIS hadir sebagai jembatan yang menghubungkan kemudahan, efisiensi, dan inklusi.
“Ke depan, kami akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak agar transformasi digital dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan,” pungkasnya.
(RTG)
















