banner 728x250

Tinggallah di sini dan Berjaga-jagalah

Ilustrasi
banner 120x600
banner 468x60

MANADO, SpiritKawanua.com – Firman Tuhan hari ini terdapat dalam Injil Markus 14:33-34 yang berkata:

33) Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar,

banner 325x300

34) lalu kata-Nya kepada mereka: ”Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah.”

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, firman hari ini menceritakan bagaimana suasana batin Yesus Kristus setelah mereka berada di Getsemani. Yesus Kristus berada dalam suasana batin yang tidak biasa, yakni takut dan gentar. Yesus Kristus dan para murid menarik diri dan menyendiri dari orang banyak yang menyertai mereka, Dia merasakan bahwa waktu penderitaan-Nya sebagai Anak Manusia yang akan diserahkan telah tiba. Suasana batin-Nya menggambarkan tentang eksistensi-Nya yang sepenuhnya Tuhan dan manusia. Dalam suasana batin yang mencekam, Tuhan Kristus mengajak Yakobus, Petrus dan Yohanes memisahkan diri dari murid lainnya. Kepada mereka bertiga, Dia menyampaikan apa yang sedang dirasakan-Nya, bahwa “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya.” Tentu bukan tanpa alasan,bahwa Yesus Kristus hanya menyampaikan perasaan-Nya pada ketiga murid-Nya. Kemungkinan besar di antara murid-murid-Nya, Yakobus, Petrus dan Yohanes memiliki relasi yang cukup istimewa. Kemungkinan lain, mereka bertiga diharapkan akan menjadi pemimpin bagi para murid lainnya.

Dalam waktu yang tidak baik-baik saja pada saat itu, Yesus Kristus mengajar bahwa mereka tidak akan selalu mengalami suasana yang tenang dan tanpa goncangan. Ada saat tertentu mereka akan merasakan suasana mencekam seperti yang Ia rasakan. Tetapi seburuk apapun suasana yang akan mereka hadapi, tidak menjadi alasan untuk tidak berkomunikasi dengan Tuhan Allah melalui doa. Mereka juga diajar untuk selalu saling menopang dan menjaga. Karena itu, sebelum ia memisahkan diri dari mereka, ia kembali berpesan, agar mereka tetap tinggal bersama dan berjaga-jaga.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, sebagai keluarga Kristen, kitapun diajar untuk selalu bersama dan saling mendukung serta menjaga. Tantangan dan pergumulan bagaimanapun yang kita hadapi, harus dihadapi bersama sebagai keluarga. Keluarga Kristen hendaklah benar-benar menjadi basis dari seluruh juang kita di dunia. Dalam keluarga, kita membangun kehidupan yang mempraktikkan kebaikan, solidaritas dan semangat doa, sehingga secara bersama berdoa bagi gereja-Nya, masyarakat dan bangsa. Kiranya perenungan ini akan semakin memperkuat penghayatan perayaan minggu sengsara Yesus Kristus. Tuhan Allah kiranya terus menolong kita. Amin.

(Disadur dari Renungan Harian Keluarga)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *