MANADO, SpiritKawanua.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (KPw BI Prov. Sulut) melalui Perpustakaan Wale Sitaro bersinergi bersama Generasi Baru Indonesia (GenBI) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dan Unsrat meningkatkan literasi generasi muda saat kegiatan Bedah Buku Manguni Vol. 5. Kegiatan bertemakan “Connected by Literacy: Building Future-Ready Communities” dan sub tema “Tantangan Hidup Gen Z: Bertahan, Bangkit dan Bertumbuh” ini dilakukan untuk memperingati World Book Day 2026.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan UNSRAT, Ralfie Pinasang didaulat membuka kegiatan tersebut. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Renold Asri, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSRAT, Willem Alfa Tumbuan serta mahasiswa-mahasiswi tidak hanya dari UNSRAT namun juga dari GenBI Universitas Klabat (UNKLAB), Universitas Katolik (UNIKA) De La Salle, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, Universitas Negeri Manado (UNIMA) dan Politeknik Negeri Manado (Polimdo) turut hadir dalam acara ini.
World Book Day 2026 merupakan peringatan global yang diperingati setiap 23 April, diinisiasi oleh UNESCO untuk mendorong minat baca, memperkuat budaya literasi, serta menghargai karya para penulis di seluruh dunia. Momentum ini dimanfaatkan oleh Perpustakaan Wale Sitaro Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara untuk menyelenggarakan kegiatan literasi, dimana Bedah Buku MANGUNI Vol. 5 menjadi wujud nyata dalam memperkuat literasi dan meningkatkan budaya gemar membaca.
Ralfie Pinasang mengatakan Generasi Z di era digital menghadapi berbagai tekanan dan kompleksitas hidup, mulai dari tuntutan akademik hingga ketidakpastian ekonomi. Namun, dia menegaskan Generasi Z bukan generasi yang lemah, melainkan generasi yang adaptif dan kreatif dengan potensi besar.
“Literasi menjadi pondasi penting untuk membentuk cara berpikir kritis serta mendorong keberanian untuk belajar, mencoba, dan bangkit kembali, sehingga sinergi Bank Indonesia dan GenBI dalam penguatan literasi mahasiswa layak diapresiasi sebagai upaya menyiapkan generasi muda yang tangguh dan produktif,” sebut dia.
Renold Asri, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan literasi. Lebih lanjut disampaikan bahwa literasi menjadi jembatan penghubung antar individu dan komunitas sekaligus fondasi dalam membangun masyarakat yang adaptif, kritis dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya Bank Indonesia dalam mendukung penguatan literasi kebanksentralan di masyarakat,” ujarnya lagi.
Kegiatan Bedah Buku MANGUNI Vol. 5 menghadirkan penulis Almira Bastari yang membedah karyanya berjudul “Home Sweet Loan” . Sebagai informasi, karena kesuksesan penerbitan buku tersebut, kisah di dalam buku dengan judul yang sama diangkat ke layar lebar pada tahun 2024 dan banyak mendapatkan penghargaan.
Dalam pemaparannya, Almira Bastari menjelaskan bahwa buku tersebut merepresentasikan realitas kehidupan generasi muda, khususnya Gen Z yang dihadapkan pada tekanan finansial, tuntutan kemandirian dan dinamika kehidupan urban. Lebih lanjut, disampaikan pula bahwa perjalanan hidup generasi muda tidak selalu berjalan mulus, melainkan melalui proses bertahan di tengah keterbatasan, bangkit dari berbagai tantangan serta terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat dan bijaksana.
Kegiatan ini merupakan inisiatif berkelanjutan Perpustakaan Wale Sitaro KPw BI Prov. Sulut dan mitra strategis dalam memperkuat budaya literasi di daerah. Selain itu, kegiatan bedah buku juga dirangkaikan dengan kegiatan edukasi kebanksentralan kepada masyarakat, utamanya mahasiswa sebagai generasi muda masa depan Indonesia, antara lain terkait sistem pembayaran, pelindungan konsumen, serta Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah.
Kegiatan bedah buku sebagai wujud sinergi antara Bank Indonesia, Unsrat dan mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI), diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan literasi serta memperkuat kapasitas generasi muda agar lebih adaptif, inovatif, tangguh dan berdaya saing dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
(RTG)


















