MANADO, SpiritKawanua.com– Kemeriahan dan kekhidmatan menyelimuti Kawasan Pohon Kasih, Megamas, Manado, pada Rabu (8/4/2026). Puluhan ribu warga Sulawesi Utara tumpah ruah merayakan Paskah Nasional 2026 yang berlangsung penuh sukacita.
Dalam momen tersebut, Ketua Panitia Paskah Nasional 2026, Recky Langie, secara khusus menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo. Menurut Recky, kehadiran dan peran Hashim bukan sekadar tamu kehormatan, melainkan sosok sentral di balik terselenggaranya perayaan besar ini di Bumi Nyiur Melambai.
Recky Langie menegaskan hati warga gereja di Sulawesi Utara sangat bersyukur atas dedikasi Hashim dalam menghidupkan ruang-ruang kerohanian di Indonesia.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif dan peran Bapak Hashim Djojohadikusumo sebagai penggagas utama kegiatan Paskah ini. Kepedulian Bapak dalam menghadirkan ruang-ruang kerohanian, baik di Sulawesi Utara maupun di seluruh Nusantara, sungguh menjadi inspirasi bagi kami,” ujar Recky Langie dalam sambutannya.
Ia juga menambahkan perayaan Paskah ini merupakan pengingat akan karya keselamatan Tuhan. “Hari ini kita bersukacita karena Dia telah bangkit, dan jaminan keselamatan itu telah dimeteraikan bagi kita semua,” tambahnya sembari mendoakan agar Hashim senantiasa diberi kesehatan dan hikmat dalam mengemban tugas negara.
Senada dengan hal tersebut, Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan kekagumannya atas antusiasme warga dan kerja keras panitia. Ia menyoroti tema Paskah tahun ini, “Supaya Kita Menjadi Satu”, yang diambil dari kutipan suci Yohanes 17.
Bagi Hashim, tema ini bukan sekadar narasi keagamaan, melainkan fondasi penting bagi keberlangsungan bangsa Indonesia yang majemuk. Ia menekankan bahwa persatuan adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan nasional ke depan.
“Tema ‘Supaya Kita Menjadi Satu’ yang diambil dari Yohanes 17 ini sangat relevan dan tepat bagi bangsa Indonesia. Di tengah keberagaman kita, kekuatan utama kita terletak pada persatuan. Jika kita bersatu, tidak ada tantangan yang terlalu besar untuk kita hadapi demi kemajuan NKRI,” tegas Hashim Djojohadikusumo.
Perayaan yang dipusatkan di landmark ikonik Manado ini berlangsung dengan pengamanan yang ketat namun tetap hangat. Kehadiran puluhan ribu warga menunjukkan bahwa Sulawesi Utara tetap menjadi barometer kerukunan umat beragama dan semangat toleransi di Indonesia.
Acara diakhiri dengan doa bersama untuk bangsa dan negara, mempertegas pesan perdamaian yang dibawa oleh momentum Paskah tahun 2026 ini.
(RTG)


















