MANADO, SpiritKawanua.com – Kantor Wilayah ATR/BPN Sulawesi Utara (Sulut) menegaskan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2026 terus berlanjut. Penegasan ini disampaikan Kepala Bidang Penetapan Hak dan Pendaftaran Kanwil ATR/BPN Sulut, Herryanto Aritonang kepada SpiritKawanua.com, hari ini.
“Tahun ini target awalnya ada 26.087 bidang tanah, namun setelah berjalan ada blokir DIPA sebanyak 6.900 bidang. Jadi yang efektif targetnya 19.178 bidang tanah se-Sulut yang dibagi di 15 kabupaten kota,” kata Aritonang.
Dia menjelaskan target PTSL di Sulut paling banyak berada di Kabupaten Minahasa Utara yakni 3.100 bidang. Sekarang ini, Kanwil ATR/BPN Sulut sudah membuka penetapan lokasi atau open penlok.
“Semua kelurahan boleh mengajukan sertipikasi. Kami pun membutuhkan keaktifan kelurahan-kelurahan karena PTSL ini mesti didukung semua pihak, termasuk kelurahan dan warganya itu sendiri. Makanya ayo warga yang lahan bidang tanahnya belum bersertipikat segera daftarkan,” ujarnya.
Pria berdarah Sumatera Utara ini mengakui selama PTSL berjalan masih ada kendala-kendala yang dihadapi. Kendalanya seperti tumpang tindih dengan program prona yang sudah dijalankan dahulu, SDM terbatas, bahkan juga masyarakat yang enggan mensertipikatkan bidang tanahnya.
“Makanya kami berharap sebelum didaftarkan, pemilik lahan pastikan juga apakah bakal timbul potensi sengketa, terlebih bagi lahan warisan orang tua yang belum splitzing,” sebutnya lagi.
Menurutnya, warga dapat mendatangi Kantah di kabupaten kota masyarakat itu tinggal guna memastikan apa saja yang dibutuhkan untuk daftar PTSL. Dia yakin target PTSL tahun ini bakal tercapai bahkan melebihi.
“Contohnya puji Tuhan waktu PTSL 2025 dari target 5.757 bidang kita mampu capai melebihi hingga 5.834 bidang atau 101% dari target,” pungkasnya.
(RTG)


















