JAKARTA, SpiritKawanua.com – Transformasi digital Indonesia sudah masuk babak baru. Akses internet makin luas, literasi digital anak muda makin naik. Tapi tantangan berikutnya lebih berat: mengubah akses itu jadi peluang ekonomi yang nyata.
Data IMDI 2025 menegaskan itu. Kita sudah terhubung, sudah melek tools, tapi belum semua mampu mengubahnya jadi karya, usaha, atau karier. Padahal potensi ada di depan mata: konten, wirausaha digital, hingga profesi kreatif baru.
Melihat celah itu, Indosat Ooredoo Hutchison, Adobe, dan Kemenekraf RI menggandeng tangan. Kolaborasi ini dirancang bukan sekadar bagi-bagi akses, tapi membangun ekosistem lengkap: dari skill, perangkat, sampai jalur monetisasi.
3 pilar utama kerja samanya:
1. Jangkauan & Komunitas – Indosat lewat GENSi
GENSi sudah membekali 10.000+ anak muda dengan literasi digital dan skill kreatif. Tahun ini targetnya naik jadi 15.000. Lewat jaringan nasional, Indosat memastikan anak muda di daerah juga dapat akses dan pendampingan yang sama.
2. Perangkat & Kurikulum – Adobe
Semua pelanggan Indosat dapat akses gratis 6 bulan Adobe Express Premium. Dilengkapi Adobe Digital Academy versi Bahasa Indonesia. Fokusnya: AI literacy, storytelling digital, desain, dan komunikasi visual. Jadi skill-nya langsung bisa dipakai kerja.
Indonesia juga jadi negara pertama yang kebagian program monetisasi kreator Adobe Express. Template lokal yang dibuat kreator bisa langsung menghasilkan. Karya terbaik berkesempatan tampil di IDEAFEST untuk buka jaringan ke industri.
3. Ekosistem & Kebijakan – Kemenekraf via ECHOES
Lewat program Ekraf Goes to School & Campus, Kemenekraf memperkuat literasi ekonomi kreatif, perlindungan kekayaan intelektual, dan kesiapan menghadapi industri. Tujuannya: mencetak talenta yang adaptif dan berdaya saing global.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menekankan AI harus memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya. “Kemitraan ini bukti pemerintah dan industri bisa kompak menyiapkan generasi muda dengan percaya diri dan tanggung jawab,” jelasnya.
Senada, CEO Indosat Vikram Sinha bilang kunci anak muda Indonesia tinggal 3: perangkat, skill, peluang. “Kalau 3 ini ketemu, dampaknya bisa ke diri sendiri dan komunitas,” sebut Vikram.
David Wadhwani dari Adobe menambahkan, Indonesia dipilih jadi pilot project monetisasi karena komunitas kreatifnya sudah siap naik kelas.
Langkah selanjutnya: Pelanggan IM3 & Tri akan dapat penawaran khusus akses Adobe Express. Kemenekraf, Indosat, dan Adobe juga akan menyambungkan peserta ECHOES langsung ke perangkat + pelatihan GENSi.
Kolaborasi ini targetnya jelas: mengantar anak muda dari tahap “belajar” ke “berkarya”, lalu ke “menghasilkan nilai ekonomi”. Karena ide besar bisa lahir dari mana saja, asal ekosistemnya disiapkan.
(RTG)


















