MANADO, SpiritKawanua.com – Nama Eduard Waturandang, SE mungkin sudah tak asing di dunia paduan suara Sulawesi Utara. Lahir 1 Agustus 1985, pria yang merupakan anggota Jemaat GMIM Eben Haezer Treman ini sudah malang melintang dari panggung gereja hingga festival internasional.
Perjalanan musik Eduard dimulai dari rumah sendiri. Ia aktif sebagai Pelatih & Conductor Manado State University Choir dan Artistic Manager Kantar Center, sebuah event organizer yang fokus pada seni pertunjukan.
Dedikasinya di dunia paduan suara GMIM juga besar. Ia tercatat sebagai Anggota North Sulawesi GMIM Male Choir dan Anggota Pokja Seni P/KB Sinode GMIM. Perannya sebagai juri juga dipercaya di ajang FSPG dan PSR Sinode GMIM serta berbagai lomba paduan suara lainnya. Tak hanya itu, ia juga melatih sejumlah paduan suara gereja maupun kelompok non-gerejawi di Sulut.
Nama Eduard makin berkibar saat ia mengikuti berbagai symposium paduan suara internasional. Di antaranya Symposium on Choral Music di Bandung 2005 & 2007, World Symposium on Choral Music di Korea 2014, Music and Humanity Festival di Swedia 2013-2016, hingga SAMA International Choral Festival di Sri Lanka 2023.
Pentas di luar negeri pun sudah jadi “menu” wajibnya. Eduard pernah tampil di Choralies Festival, Perancis 2013, International Youth Choir Festival, Inggris 2017, International Choral en Provence, Perancis 2023, dan Leonardo da Vinci Choir Competition, Italia 2023.
Ia juga membawa suara Indonesia di World Choir Games yang digelar di China, Latvia, Austria, Amerika, dan Korea.
Bagi Eduard, paduan suara bukan sekadar seni. Ia melihatnya sebagai wadah untuk memperkenalkan budaya dan karakter orang Sulawesi Utara ke dunia.
(RTG)



















