MANADO, SpiritKawanua.com – Garda Tipikor Indonesia (GTI) Sulawesi Utara menyoroti persoalan pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di Pulau Bunaken.
Ketua GTI Sulut Risat Sanger mengatakan kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena Bunaken merupakan salah satu destinasi pariwisata unggulan sekaligus wajah terdepan pariwisata Sulut.
“Bunaken itu wajah terdepan pariwisata Sulut. Kalau listrik masih padam bergilir, bagaimana kita mau berbicara tentang pariwisata berkualitas dan pelayanan kepada wisatawan?” tegas Risat Sanger.
Risat Sanger juga mempertanyakan kinerja General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Suluttenggo. Menurutnya, persoalan pemadaman di kawasan strategis seperti Bunaken semestinya mendapat perhatian serius dan solusi permanen.
“Ini menjadi pertanyaan besar terhadap kinerja GM PLN Suluttenggo. Jangan sampai persoalan yang menyangkut masyarakat dan destinasi pariwisata unggulan justru dibiarkan berlarut-larut,” ujarnya.
GTI Sulut menilai dampak pemadaman langsung dirasakan masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di Bunaken. Penginapan, restoran, usaha penyelaman, komunikasi hingga aktivitas wisata sangat membutuhkan pasokan listrik yang stabil.
“Jangan hanya menjual keindahan Bunaken kepada wisatawan. Pemerintah dan PLN juga harus memastikan infrastruktur dasarnya tersedia dengan baik. Listrik adalah kebutuhan dasar,” tegas Risat.
GTI Sulut meminta PLN memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab pemadaman bergilir serta langkah konkret mengatasinya. GTI juga mendorong Pemda dan PLN duduk bersama mencari solusi jangka panjang.
“Bunaken adalah etalase Sulut. Jangan sampai wisatawan datang menikmati keindahan laut Bunaken, tetapi justru mendapatkan pengalaman buruk akibat listrik yang padam bergilir,” tandasnya.
(RTG)


















