MANADO, SpiritKawanua.com – Anak Gunung Krakatau mengalami erupsi. Abu vulkanik dari erupsi itu pun berdampak kepada Bandara Soekarno Hatta (Soetta) yang menutup sementara seluruh penerbangannya.
Imbas penutupan operasional di Soetta terasa hingga di Bandara Sam Ratulangi Manado. Penerbangan dari Jakarta ke Manado maupun sebaliknya ditunda keberangkatannya.
Terkait ini, General Manager Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado Radityo Ari Purwoko ST MT mengatakan seluruh penumpang terdampak tetap mendapatkan pendampingan dan informasi dari pihak maskapai. Para penumpang dapat melakukan proses refund atau re-schedule melalui Customer Service masing-masing maskapai di Bandara Sam Ratulangi Manado, sesuai ketentuan dan kebijakan maskapai.
“Kondisi penumpang terpantau baik. Bandara Sam Ratulangi Manado bersama maskapai, AirNav Indonesia, BMKG, regulator, dan stakeholder terkait terus melakukan monitoring dan koordinasi untuk memastikan keselamatan serta pelayanan kepada penumpang tetap terjaga,” sebut Oki, panggilan akrabnya.
Potensi Dampak Penerbangan Selanjutnya
Selain penerbangan yang telah mengalami penyesuaian pada pagi hari, terdapat sejumlah penerbangan berikutnya dari dan menuju Jakarta (CGK) yang berpotensi terdampak apabila aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap operasional Bandara Soekarno-Hatta masih berlangsung. Status penerbangan dapat berubah secara dinamis mengikuti perkembangan NOTAM, kondisi sebaran abu vulkanik, keputusan regulator, layanan navigasi penerbangan, serta kebijakan operasional maskapai.
Penerbangan Kedatangan (CGK → MDC):
Flight Rute ETA/STA Pax Keterangan
GA600 CGK–MDC 13.45 130 Berpotensi terdampak
ID6280 CGK–MDC 16.15 136 Berpotensi terdampak
GA602 CGK–MDC 17.25 140 Berpotensi terdampak
Penerbangan Keberangkatan (MDC → CGK):
Flight Rute STD Pax Keterangan
OEY301 MDC–CGK 11.05 Cargo Berpotensi terdampak
GA601 MDC–CGK 14.45 145 Berpotensi terdampak
ID6281 MDC–CGK 17.00 92 Berpotensi terdampak
Total kapasitas penumpang yang teridentifikasi pada tiga penerbangan kedatangan tersebut adalah 406 penumpang, sedangkan pada dua penerbangan penumpang keberangkatan terdapat 237 penumpang. Penerbangan OEY301 tercatat sebagai penerbangan cargo sehingga tidak termasuk dalam jumlah penumpang tersebut.
“Kami terus melakukan monitoring terhadap penerbangan berikutnya, khususnya rute Jakarta–Manado dan Manado–Jakarta. Kami mengimbau calon penumpang untuk memantau status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara. Apabila terjadi perubahan, penumpang dapat langsung berkoordinasi dengan Customer Service maskapai di Bandara Sam Ratulangi untuk mendapatkan informasi, termasuk opsi re-schedule atau refund sesuai ketentuan maskapai,” ujar Radityo.
Penambahan daftar penerbangan potensial ini merupakan bagian dari langkah antisipasi terhadap kemungkinan cascading impact akibat kondisi di Bandara Soekarno-Hatta. Seluruh jadwal bersifat dinamis dan bukan merupakan konfirmasi bahwa penerbangan tersebut pasti mengalami penundaan atau pembatalan.
(RTG)


















