BOROKO, SpiritKawanua.com – Digitalisasi transaksi Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) terus melaju. Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Boltara pada Semester I 2026 tercatat 95,00%. Capaian ini ditandai dengan launching QRIS untuk pembayaran retribusi di 6 Puskesmas.
Peluncuran dilakukan saat HLM TPID-TP2DD di Boroko, Senin (8/9/2026). Keenam Puskesmas yang sudah menerapkan QRIS yakni Puskesmas Buko, Tuntung, Bolangitang, Sangkub, Sangtombolang, dan Ollot.
“Kami mendorong semua penerimaan asli daerah seperti pajak dan retribusi masuk ke kanal nontunai. Mulai dari QRIS, Internet/Mobile Banking, ATM, EDC, hingga Agen Bank,” kata Deputi Kepala KPwBI Sulut Purwanto.
Purwanto juga menekankan pentingnya mempertahankan kanal konvensional sambil terus menambah kanal digital agar inklusi keuangan merata. “Target kita ke depan adalah 100% transaksi Pemda nontunai. Lebih transparan, akuntabel, dan efisien,” tutup Purwanto.
OJK SulutGo melalui Toar Kaesar Dotulung menyampaikan dukungan melalui skema pembiayaan ekosistem closed loop, termasuk untuk alsintan. Skema ini melibatkan Pemda, pelaku usaha, offtaker, lembaga penjamin, dan asuransi sesuai amanat UU P2SK.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Boltara juga memberikan penghargaan kepada wajib pajak dan retribusi yang melakukan pembayaran digital dengan nominal tertinggi.
(RTG)


















