banner 728x250

Cabai Probolinggo Datang Karena Pasokan Lokal Turun, Bukan Saingi Petani

banner 120x600
banner 468x60

MANADO, SpiritKawanua.com – Kedatangan 2,4 ton cabai rawit Probolinggo di Bandara Sam Ratulangi Manado pada Senin (14/09/2026) menuai tanya. TPID Sulawesi Utara menegaskan, kebijakan ini bukan untuk mematikan petani lokal.

Kepala KPw BI Sulut Joko Supratikto menjelaskan TPID mengambil langkah cepat karena volume hasil bumi lokal sedang mengalami penurunan.

banner 325x300

“Ini bukan menggantikan produk lokal, tidak. Ini adalah upaya kita untuk menambah pasokan karena pasokannya berkurang supaya harga yang ada di pasar menjadi wajar dan terjangkau bagi semua orang,” tegas Joko.

Menurutnya, pemilihan cabai Probolinggo juga berdasarkan selera masyarakat Sulut.

“Preferensi masyarakat di Sulawesi Utara itu adalah cabai Gorontalo, dan cabai yang ada di Probolinggo ini sama dengan yang ada di Gorontalo,” ujarnya.

Dengan jalur distribusi Probolinggo – Surabaya – Manado, pedagang masih bisa menjual sesuai Harga Acuan Penjualan HAP Bapanas Rp57.000/kg. Skema ini dinilai menguntungkan pedagang dan menjaga margin wajar petani saat kondisi normal.

Pada hari ini, cabai tersebut langsung dipasarkan di 4 titik pasar murah. Kebijakan taktis ini diharapkan mampu memulihkan stabilitas harga pasar serta melindungi daya beli masyarakat secara berkelanjutan.

(RTG)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *