MANADO, SpiritKawanua.com – Kinerja penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI Region 16 Manado terus digenjot. Hingga 30 April 2026, total KUR yang disalurkan mencapai Rp1,5 triliun kepada 30.803 debitur, dari target Rp4,6 triliun.
Rinciannya, KUR Mikro sebesar Rp1,247 triliun untuk 29.978 debitur dan KUR Kecil Rp254,36 miliar untuk 825 debitur.
Regional Mikro Banking Head BRI Region 16, Rizky Andhika, menargetkan realisasi penyaluran KUR rampung sebelum Desember 2026. “Kita targetkan di Oktober. Artinya kita masih sangat positif untuk mendukung sektor UMKM di RO Manado secara keseluruhan,” kata Rizky, Senin (11/05/2026).
Berdasarkan lapangan usaha, penyaluran KUR didominasi sektor perdagangan besar dan eceran 40,7%, disusul sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan 33,13%. Sisanya masuk ke jasa-jasa lainnya. Untuk klaster ekosistem pertanian, fokus di tiga area: Gorontalo, Palu, dan Manado dengan komoditas jagung, kakao, dan cengkeh.
Rizky mengakui penyaluran KUR terkendala rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang tinggi, faktor demografi, dan penetrasi internet. “Kondisi LDR Region 16 memang masih tinggi. Komposisi pinjaman dibanding simpanan relatif lebih besar pinjamannya,” jelasnya.
Dari sisi kualitas, Non Performing Loan (NPL) KUR masih di atas threshold 3%. Per 31 Maret 2026, NPL KUR Mikro 5,05% dan KUR Kecil 5,09%.
Ia menegaskan KUR memberi akses permodalan mudah dan murah bagi UMKM, sehingga bisa menggantikan lembaga keuangan informal. “Karena mudah diakses dengan jaringan kerja BRI yang tersebar ke pelosok desa maupun kepulauan,” tutupnya.
(RTG)


















