MANADO, SpiritKawanua.com – Khotib Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Raya Ahmad Yani, KH Kudrat Dukalang, menyampaikan bahwa ibadah kurban sejatinya menjadi simbol untuk meninggalkan sifat buruk dalam diri manusia.
“Kurban hewan adalah simbol menyembelih sifat kebinatangan yang bersemayam dalam diri kita,” kata Kudrat saat khotbah Shalat Idul Adha di Manado, Rabu.
Ia menyebut sejumlah sifat yang perlu dibasmi, seperti sombong, egois, serakah, dan sikap mau menang sendiri.
“Melalui momentum Idul Kurban kali ini mari kita tinggalkan sifat-sifat buruk yang bisa memecah belah persaudaraan,” ujar Kudrat yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Sulut.
Kudrat mengajak umat untuk meninggalkan sikap merasa lebih unggul karena materi, kekayaan, nasab, maupun keturunan.
“Mari kita jauhi sikap merasa lebih mulia karena nasab, atau keturunan. Nabi mengingatkan dengan keras bahwa kemuliaan hanya ditentukan oleh takwa,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar tidak memandang rendah orang lain dan tidak merasa lebih tinggi karena jabatan. Menurutnya, yang perlu dibangun adalah kerukunan dan kebersamaan antar sesama.
“Ciptakan kebersamaan, kuatkan ikatan persaudaraan, sehingga tumbuh rasa cinta untuk saling menghormati. Sebagai manusia, memang banyak perbedaan, tapi perbedaan itu bukan untuk dibanding-bandingkan. Kita diciptakan untuk saling membantu dan membangun,” jelas Kudrat.
Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Raya Ahmad Yani dipimpin oleh Ketua Umum PC NU Kota Manado, Rikson Hasanati. Ribuan umat Muslim memadati masjid untuk melaksanakan ibadah shalat Id.
(RTG)


















