TONDANO, SpiritKawanua.com – Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sulaewesi Utara dr Maulana Siregar didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Minahasa Stephano Liuw beraudiensi dengan Bupati Minahasa Robby Dondokambey, di Kantor Bupati Minahasa, Kamis (18/6/2026). Kedatangan keduanya membahas strategi agar Kabupaten Minahasa dapat meraih universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan (UCJ).
“Kami datang ke sini Pak Bupati menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam penyelenggaraan program BPJS Ketenagakerjaan, sehingga 70.891 pekerja di Kabupaten Minahasa telah memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” kata Maulana kepada Bupati Robby.
Maulana juga memohon dukungan Bupati Minahasa untuk memastikan kepatuhan pembayaran iuran bulanan bagi perangkat desa, pekerja rentan, dan tenaga Non-ASN agar keberlanjutan perlindungan dan manfaat program tetap terjamin. Menurutnya, saat ini masih terdapat 162 desa yang belum melakukan pembayaran iuran kepesertaan tahun 2026.
Stephano menambahkan berdasarkan data BPS, dari 145.961 pekerja potensial, sebanyak 70.891 pekerja telah terlindungi dan 75.070 pekerja masih belum terlindungi. Dijelaskannya bahwa melalui skema APBD, diusulkan penambahan anggaran perlindungan bagi Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Kelurahan (LKD).
“Selain memperluas cakupan perlindungan, skema ini lebih efisien karena iuran LKD sebesar Rp10.800 per orang per bulan lebih rendah dibandingkan iuran pekerja rentan, sehingga dapat menjangkau lebih banyak peserta dengan alokasi anggaran yang sama. Tambahan anggaran sekitar Rp2 miliar berpotensi melindungi 15.000 pekerja LKD baru,” jelasnya lagi.
Melalui skema non-APBD, diusulkan rekrutmen Agen Desa/Kelurahan Tahap II. Sejak tahun 2025, sebanyak 50 agen telah mengakuisisi 4.553 pekerja. Dengan potensi 270 agen sesuai jumlah desa dan kelurahan, masih terdapat peluang perlindungan bagi sekitar 20.000 pekerja tambahan.
“Kami turut mengapresiasi Kabupaten Minahasa sebagai daerah pertama di Sulawesi Utara yang menginisiasi dan menjalankan Program Agen Desa/Kelurahan, sebagai inovasi dalam memperluas cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan,” imbuhnya.
Lebih lanjut dia bilang apabila optimalisasi skema APBD dan non-APBD dapat direalisasikan, cakupan perlindungan berpotensi bertambah sekitar 35.000 pekerja, sehingga tingkat UCJ Kabupaten Minahasa dapat meningkat dari 48,57% menjadi 65,69%.
“Kami juga saat ini sedang menyasar perlindungan bagi pekerja adat di Minahasa, forum komunikasi antar umat beragama, serta mendorong perlindungan bagi pekerja rentan sektor jasa konstruksi di Minahasa,” sebutnya.
Sementara Bupati Robby mengaku siap mewujudkan UCJ di wilayah kerjanya. Bagi dia, kesejahteraan masyarakat Minahasa menjadi prioritas Pemkab Minahasa.
“Kita saling bersinergi supaya UCJ segera terwujud,” pungkas dia.
Pada kesempatan itu disampaikan juga total klaim BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Minahasa 2026 yang mencapai Rp29,6 miliar.
(RTG)


















