JAKARTA, SpiritKawanua.com – BRI masuk fase transformasi baru. Di bawah kepemimpinan Hery Gunardi, Perseroan meluncurkan program BRIVolution Reignite untuk memperkuat fondasi bisnis, efisiensi, dan daya saing di era digital.
Program ini fokus pada penguatan struktur pendanaan, percepatan digitalisasi, peningkatan produktivitas, serta pengembangan bisnis inti dan baru dengan orientasi customer-centric.
Langkah efisiensi juga terlihat dari struktur pendanaan. Pada Triwulan I 2026, CASA BRI tumbuh 13,2% yoy menjadi Rp1.058,6 triliun. Rasio CASA naik ke 68,07% dan menekan cost of fund menjadi 2,3% dari sebelumnya 3%. Kenaikan transaksi BRImo, Qlola by BRI, dan QRIS BRI jadi penopangnya.
Sebagai kelanjutan transformasi, BRI juga melakukan corporate rebranding pada 16/12/2025 bertepatan HUT ke-130. Identitas baru ini menghadirkan wajah BRI yang lebih modern, universal, dan inklusif, tanpa meninggalkan DNA keberpihakan kepada rakyat.
Penguatan ekosistem juga datang dari perusahaan anak. Hingga Triwulan I 2026, entitas anak BRI Group menyumbang laba Rp3,89 triliun atau 25,1% dari laba konsolidasian.
(RTG)


















