MANADO, SpiritKawanua.com – Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) terdampak fenomena Siklon Tropis Bavi yang saat ini aktif di Laut Filipina Timur. Meski bergerak menjauhi Indonesia, siklon ini memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah timur.
Berdasarkan data BMKG, Bavi terpantau sekitar 1820 Km sebelah utara Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Siklon bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 19 Km per jam. Kecepatan angin maksimumnya mencapai 100 knots atau sekitar 185 Km per jam, kategori 4.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kelas II Sulut, Muhammad Candra Buana, mengatakan dampak tidak langsung Bavi berupa angin kencang dan gelombang tinggi.
“Dampaknya hujan sedang hingga lebat di Kalimantan Utara dan Maluku Utara; angin kencang di Sulut dan Malut; tinggi gelombang 1.25 hingga 2.5 meter di Samudra Pasifik Utara Papua; tinggi gelombang kategori tinggi 2.5-4.0 meter di Laut Maluku, Perairan Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, Samudra Pasifik Utara Maluku hingga Papua Barat,” ujar Candra, hari ini.
BMKG memprediksi tinggi gelombang kategori sedang 1.25-2.5 meter juga berpotensi terjadi di perairan Sulut. Karena itu masyarakat pesisir dan pelayaran diminta meningkatkan kewaspadaan.
“Perlu diwaspadai terkait tinggi gelombang kategori sedang di Perairan Kepulauan Sangihe hingga Talaud,” kata Candra.
Siklon Tropis Bavi sendiri berkembang dari bibit siklon 95W dan mencapai intensitas siklon tropis sejak 2 Juli 2026.
(RTG)
















