banner 728x250

Pemprov Sulut Kembali Tegaskan 2,5 Ton Rica Probolinggo Tak Gantikan Petani Lokal

banner 120x600
banner 468x60

MANADO, SpiritKawanua.com – Sebanyak 2,5 ton cabai rawit (rica) dari Probolinggo, Jawa Timur, kembali dipasarkan di Sulawesi Utara. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan tambahan pasokan tersebut hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar di tengah keterbatasan stok, bukan untuk menggantikan produksi petani lokal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulut Rahel Ruth Rotinsulu mengatakan pasokan dari luar daerah hanya digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat ketika ketersediaan cabai di Sulut belum mencukupi. “Bukan kemudian menggantikan produksi petani lokal, tetapi kita hanya membantu pasokan agar kebutuhan masyarakat Sulut terpenuhi dengan harga yang terjangkau,” ujar Rahel.

banner 325x300

Menurut Rahel, kenaikan harga cabai salah satunya dipengaruhi pasokan yang belum mencukupi kebutuhan pasar. Karena itu pemerintah mendatangkan cabai dari daerah sentra produksi di luar Sulut.

Rahel mengaku cabai dari Probolinggo dipilih karena karakteristiknya dinilai sesuai dengan selera konsumen Sulawesi Utara, baik dari bentuk maupun rasa.

Deputi Perwakilan BI Sulut Purwanto mengatakan distribusi kali ini diprioritaskan ke empat wilayah yang menjadi daerah perhitungan inflasi yakni Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan dan Kota Kotamobagu.

“Dari total lima pasar sasaran distribusi, dua di antaranya berada di Kota Manado. Keterbatasan stok menjadi pertimbangan dalam menentukan wilayah distribusi,” ujar Purwanto.

Dengan tambahan pasokan tersebut, Pemprov dan BI berharap kebutuhan rica masyarakat tetap terpenuhi sementara produksi petani lokal tetap menjadi bagian utama pemenuhan kebutuhan di Sulut.

(RTG)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *