MANADO, SpiritKawanua.com – Tekanan harga cabai rawit menjadi perhatian dalam pengendalian inflasi Sulawesi Utara. Pada Agustus 2026, inflasi Sulut tercatat 0,29 persen secara bulanan, dengan cabai rawit memberikan andil 0,33 persen. Sedangkan inflasi kumulatif Januari hingga Agustus mencapai 3,68 persen.
Menyikapi hal tersebut, Bank Indonesia Sulawesi Utara bersama Pemprov kembali mendatangkan 2,5 ton cabai rawit dari Probolinggo pada Minggu (20/9/2026).
Deputi Perwakilan BI Sulut Purwanto mengatakan distribusi kali ini diprioritaskan ke empat wilayah yang menjadi daerah perhitungan inflasi yakni Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan dan Kota Kotamobagu.
“Dari total lima pasar sasaran distribusi, dua di antaranya berada di Kota Manado. Keterbatasan stok menjadi pertimbangan dalam menentukan wilayah distribusi,” ujar Purwanto.
Dari sisi pengawasan, Satgas Pangan Polda Sulut memastikan distribusi cabai dikawal ketat sejak tiba di Bandara Sam Ratulangi hingga disalurkan ke pasar dan pedagang.
“Pengawasan dilakukan untuk memastikan pasokan yang didatangkan masuk ke jalur distribusi dan sampai kepada konsumen,” ujar perwakilan Satgas Pangan.
Pasokan selanjutnya diarahkan ke sejumlah wilayah sasaran termasuk Minahasa Utara, Minahasa Selatan dan Kota Manado untuk menjaga harga tetap terjangkau.
(RTG)


















