MANADO, SpiritKawanua.com – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto menyoroti masih rendahnya skor Pola Pangan Harapan (PPH) Sulut yang baru 91,6 dari 100 pada Lomba Cipta Menu B2SA HUT ke-62 Sulut.
“Sebagaimana Data PPH Sulut 2025 menunjukkan kesenjangan terbesar pada umbi-umbian, aktual hanya 32,7 gram dibanding ideal 105 gram. Artinya potensi pangan lokal seperti sagu, ubi, jagung, dan hasil laut belum dimanfaatkan optimal sebagai penyeimbang beras,” ujar Joko.
Menurutnya, pangan lokal yang diproduksi dan dikonsumsi di daerah sendiri dapat memperpendek rantai distribusi sehingga lebih tahan terhadap gangguan cuaca dan transportasi dari luar daerah.
(RTG)


















