MANADO, SpiritKawanua.com – Fasilitasi Bank Indonesia Sulut untuk produk bersertifikat halal terbukti membuka akses pasar lebih luas bagi UMKM lokal.
Pemilik usaha Badonci, Mila Amelia menjadi salah satu yang merasakan dampaknya. Ia aktif mengikuti program BI mulai dari pelatihan pembiayaan syariah hingga pameran Hijrah Fest, FESyar, dan Industri Kreatif Syariah (IKRA).
“Pameran/bazar Hijrah Fest, Festival Ekonomi Syariah, IKRA. Business matching FESyar, baru MOU dengan Singapura dan sekarang tinggal menunggu follow up,” ungkap Mila.
Kepala KPw BI Sulut Joko Supratikto mengatakan pihaknya memang mendorong UMKM Sulut naik kelas lewat sertifikasi dan promosi di ajang nasional seperti FESyar KTI dan ISEF.
“Kami menggandeng LPH Hidayatullah Tomohon dalam memfasilitasi proses sertifikasi halal UMKM di Sulawesi Utara,” katanya.
Pengamat Ekonomi Sulut Robert Winerungan menilai langkah ini sangat tepat.
“Kegiatan BI yang memfasilitasi UMKM dengan pelatihan produk bersertifikat halal sangat membantu UMKM/IKM memperluas akses pasar. Dengan adanya sertifikat halal maka produk UMKM/IKM bebas masuk pasar lokal, nasional bahkan internasional,” jelasnya.
Menurut Robert, sertifikat halal menjadi kunci karena mayoritas penduduk Indonesia muslim, sehingga produk tanpa sertifikat halal akan menemui kendala di pasaran.
(RTG)


















