MANADO, Spiritkawanua.com – Di balik aturan keselamatan pelayaran, selalu ada ruang untuk kepedulian. Namun, kepedulian tidak berarti mengabaikan aturan yang justru dibuat untuk melindungi keselamatan semua orang.
Hal ini tercermin ketika petugas Pelabuhan Manado mendapati sebuah keluarga yang hendak berangkat ke Tahuna tanpa memiliki tiket kapal pada Jumat 16 Oktober 2026. Keluarga tersebut berharap dapat membeli tiket langsung di atas kapal.
Di antara keluarga tersebut terdapat seorang bayi. Mereka menyampaikan tidak memiliki tempat tinggal di Manado dan ingin segera melanjutkan perjalanan.
Dalam penerapan sterilisasi dermaga di Pelabuhan Manado, setiap penumpang wajib memiliki tiket resmi sebelum naik ke atas kapal. Ketentuan ini penting untuk memastikan setiap penumpang tercatat dalam manifest kapal, sehingga keselamatan pelayaran dapat terjaga.
Atas dasar itu, petugas tidak mengizinkan keluarga tersebut melanjutkan proses keberangkatan tanpa tiket.
Namun, di tengah ketegasan menjalankan aturan, petugas juga melihat sisi kemanusiaan dari situasi yang dihadapi keluarga tersebut.
Dengan mempertimbangkan keterbatasan biaya yang mereka sampaikan, petugas berinisiatif membantu menyediakan tempat menginap di sekitar pelabuhan agar keluarga itu dapat beristirahat, terutama demi kenyamanan bayi yang turut bersama mereka. Selanjutnya, keluarga tersebut dapat mencari tiket resmi untuk keberangkatan pada jadwal berikutnya.
Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dalam situasi tertentu, bukan pengganti kewajiban memiliki tiket dan bukan pula jaminan keberangkatan tanpa memenuhi ketentuan. Aturan keselamatan tetap berlaku bagi siapa pun, tanpa pengecualian.
Sementara itu, bantuan diberikan berdasarkan pertimbangan kemanusiaan terhadap kondisi yang dihadapi, bukan sebagai fasilitas yang otomatis tersedia bagi setiap orang yang datang tanpa tiket.
Bagi Pelindo Manado, menertibkan pelabuhan bukan semata-mata soal membatasi akses, melainkan membangun kesadaran bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama.
Petugas dituntut tegas dalam menjalankan aturan, tetapi juga tetap peka ketika berhadapan dengan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Sebab, ketegasan tanpa kepedulian dapat terasa dingin, sementara kepedulian tanpa ketegasan dapat mengabaikan keselamatan. Keduanya harus berjalan beriringan.
Melalui sterilisasi dermaga, Pelindo Manado mengajak seluruh masyarakat untuk memahami bahwa perjalanan yang aman dimulai dari kepatuhan terhadap aturan. Dan ketika kepedulian hadir di tengah penegakan aturan, itulah wujud pelayanan yang tidak hanya menjaga keselamatan, tetapi juga memanusiakan manusia.
Pelindo Manado — Tegas pada Aturan, Tulus dalam Pelayanan, Mengutamakan Keselamatan.
(RTG)


















