MANADO, SpiritKawanua.com – Rantai pasok beras dari Sulawesi Selatan ke Sulawesi Utara resmi dibuka. Supplier beras dari Kabupaten Sidenreng Rappang kini menggandeng pedagang besar di Kabupaten Minahasa melalui skema Business to Business.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Joko Supratikto menilai kerjasama ini menciptakan simbiosis mutualisme bagi kedua daerah.
“Petani di Sidrap dapat terjamin kesejahteraannya karena produk yang dihasilkan akan laku terjual. Sedangkan bagi Minahasa, tersedianya pasokan kebutuhan pangan dapat menstabilkan harga di masyarakat,” ujar Joko Supratikto.
Langkah ini diambil setelah harga beras di Minahasa terpantau fluktuatif. Pada Juni 2026, harga beras medium dan premium di Minahasa masing-masing 16% dan 13% di atas HET.
Pemerintah berharap kerja sama pasokan ini dapat menjadi ekosistem yang terstruktur dan berkelanjutan, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.
(RTG)


















