MANADO, SpiritKawanua.com – Urban Digifest 2026 hadir dengan tema “Rupa Rasa Kawanua: Meracik Tradisi, Menyeduh Inovasi”. Tema ini diusung Bank Indonesia Sulut untuk mengangkat identitas daerah sekaligus mendorong UMKM naik kelas.
Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto menjelaskan tema tersebut punya 3 pesan utama. Pertama, Rupa Rasa Kawanua.
“Rupa menggambarkan kekayaan karya dan kreativitas, sementara rasa merepresentasikan kekayaan kuliner dan komoditas unggulan Kawanua,” jelas Joko.
Itu diwujudkan lewat Wale Rupa untuk wastra, fashion, kerajinan dan Wale Rasa untuk makanan, minuman, produk siap santap. Total lebih 200 UMKM ikut serta.
Kedua, Meracik Tradisi. Kearifan lokal dijadikan kekuatan ekonomi lewat pengembangan wastra Sulut, modest fashion, membatik bersama Dekranasda, hingga video storytelling destinasi wisata.
“Harapannya generasi muda melihat budaya lokal bukan sekadar warisan, tetapi sebagai sumber inspirasi dan peluang usaha,” kata Joko.
Ketiga, Menyeduh Inovasi. UMKM difasilitasi belajar, kolaborasi, business matching, hingga transformasi digital.
Tahun ini ada perhatian khusus lewat Sulut Coffee Fest 2026. “Kopi punya ekosistem luas, dari petani, roastery, barista, sampai kafe. Ini potensi besar Sulut,” ujar Joko.
Event ini juga jadi ruang kolaborasi pemerintah daerah, BI, Dekranasda, perbankan, komunitas dan akademisi agar produk Kawanua bisa menembus pasar nasional dan global.
(RTG)


















