banner 728x250
Sulut  

PW IWO Sulut Resmi Dilantik

banner 120x600
banner 468x60

MANADO, SpiritKawanua.com – Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW IWO) Sulawesi Utara bersama lima Pengurus Daerah (PD) IWO kabupaten/kota periode 2025-2030 resmi dilantik, Rabu (30/09/2026). Pelantikan dilakukan langsung Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IWO, Dwi Christianto, SH, MSi, di Aula Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut.

Lima PD yang dilantik bersamaan yakni PD IWO Manado, Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara, dan Minahasa Selatan. Total 38 wartawan online dari berbagai media dilantik, termasuk jajaran Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, dan Dewan Etik.

banner 325x300

Acara dihadiri Kepala BPS Sulut Dr. Watekhi, SSi, MSE, Deputi KPw Bank Indonesia Sulut Darmawan Hutabarat, Kadis Kominfo Sulut Zainudin Saleh Hilimi, Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Kav Sofyan mewakili Pangdam, serta undangan lainnya.

Momentum Awal Kerja Jurnalistik Berdampak

Ketua PW IWO Sulut terlantik, Jeane Rondonuwu, menegaskan pelantikan bukan sekadar seremoni.

“Kami merayakan kebanggaan kami sebagai wartawan online. Pelantikan ini titik awal bagi IWO Sulut untuk memberikan dampak melalui kerja jurnalistik yang menghasilkan informasi publik yang bermanfaat,” ujar Jeane.

Sementara Ketum PP IWO Dwi Christianto menekankan peran media sebagai filter informasi di tengah derasnya arus data ekonomi. Menurutnya, kecepatan harus berjalan dengan akurasi dan verifikasi.

“Sekecil apa pun peran media, IWO di Sulut harus menginformasikan hal yang benar, cepat dan berita berdampak untuk masyarakat,” tegas Dwi.

Tantangan Hoaks, Deepfake dan AI

Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, SE, dalam sambutan yang dibacakan Kadis DKIPSD Sulut Dr. Zainudin Saleh Hilimi, menyoroti tantangan jurnalisme era disrupsi.

Menurutnya kehadiran AI, hoaks, dan deepfake menjadi ancaman serius bagi prinsip jurnalistik.

“Dunia jurnalistik tidak bisa dipisahkan dengan teknologi. Teknologi membuat pekerjaan lebih cepat tanpa batas ruang dan waktu, namun jangan sampai mengubah prinsip akurasi berita dan profesionalisme,” pesan Gubernur Yulius.

Ia meminta jurnalis mampu membedakan fakta dan opini serta melakukan verifikasi sebelum informasi disebar.

Pelantikan dilanjutkan dengan diskusi panel bertema “Jurnalisme Era Disrupsi” dan “Volatilitas Pasar, Data dan Pascasensus Ekonomi 2026” yang menempatkan jurnalis tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi penjaga agar informasi tetap faktual dan bernilai publik.

(RTG)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *