MINUT, SpiritKawanua.com – Pemerintah Provinsi Sulut dan Bank Indonesia tidak tinggal diam melihat investasi daerah masih di bawah nasional. Jurus barunya adalah mematangkan 4 proyek unggulan sampai siap ditawarkan kepada investor global.
Keempat proyek itu hasil North Sulawesi Investment Challenge 2025. Meliputi kawasan industri perikanan Sangihe, pelabuhan perikanan Talaud, layanan hemodialisis, dan angkutan umum massal Buy The Service Manado.
Dari semua proyek, BTS Manado paling cepat perkembangannya. Tim pengembangnya sudah melakukan studi ke Transjakarta dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Tujuannya mempelajari tata kelola transportasi publik modern dan penjajakan kerja sama armada listrik.
“Proyek BTS Manado menunjukkan perkembangan paling signifikan,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut Joko Supratikto saat Capacity Building Regional Investor Relations Unit, Rabu (17/6/2026).
Agar tidak setengah-setengah, 4 proyek ini mendapat pendampingan penuh melalui Regional Investor Relations Unit. Mulai dari penyempurnaan rancangan, peningkatan kapasitas tim, sampai dijodohkan dengan lembaga pembiayaan.
Bahkan sudah berkonsultasi dengan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, Bappenas, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Dalam Negeri. Sekaligus membuka jalur pembiayaan.
Pemerintah Provinsi Sulut dan Bank Indonesia juga membawa 4 proyek ini ke North Sulawesi Investment Forum 2025. Hasilnya, pengembang bertemu langsung delegasi Filipina, Australia, dan Nigeria untuk menjajaki kerja sama.
Kenapa dikebut? Karena realisasi investasi Sulut triwulan I 2026 baru 18 persen dari target Rp12,13 triliun. Pertumbuhan investasi 3,25 persen juga masih kalah dari nasional 5,96 persen.
“Ini menjadi pembelajaran agar proyek yang kita tawarkan 2026 semakin menarik investor,” ujar Joko.
Intinya, proyek rapi dan clean and clear sama dengan investor masuk. Jika 4 proyek ini tembus, bisa menjadi lokomotif baru ekonomi Sulut.
(RTG)


















