banner 728x250

BI Sulut Fasilitasi Kerjasama Pemkab Minahasa dengan Pemkab Sidrap

banner 120x600
banner 468x60

SIDRAP, SpiritKawanua.com – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara memfasilitasi kerjasama antar daerah antara Pemerintah Kabupaten Minahasa dengan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Upaya itu pun berlanjut hingga penandatanganan Kerja Sama Antardaerah (KAD) secara Government to Government (G2G) dan Business to Business (B2B) untuk komoditas beras.

Kegiatan yang diadakan di Sulawesi Selatan ini diawali dengan sambutan Bupati Minahasa, Robby Dondokambey yang diwakilkan Wakil Bupati Vanda Sarundajang. Setelah itu dilanjutkan sambutan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, serta sambutan Bupati Kab. Sidrap, H. Syaharuddin Alrif.

banner 325x300

Vanda Sarundajang mengatakan KAD dengan Kabupaten Sidrap merupakan langkah strategis dalam menjawab kebutuhan pasokan beras di Kabupaten Minahasa. Di tengah kebutuhan konsumsi yang terus meningkat, Minahasa memandang penguatan pasokan dari daerah sentra produksi sebagai upaya penting untuk menjaga ketersediaan stok.

”Kami berharap Sidrap sebagai salah satu lumbung pangan nasional dapat menjadi mitra strategis dalam membangun hubungan perdagangan yang saling menguntungkan. Oleh karena itu, KAD ini tidak hanya menjadi komitmen antar pemerintah daerah, tetapi juga akan ditindaklanjuti melalui kerja sama B2B antara supplier beras Sidrap dan pedagang beras Minahasa agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Joko Supratikto mengapresiasi atas terlaksananya KAD G2G antara Pemkab Minahasa dengan Pemkab Sidrap yang langsung ditindaklanjuti melalui kerja sama B2B antara supplier beras Sidrap dan pedagang besar di Minahasa. Kerja sama ini dinilai sebagai langkah konkret dalam memperkuat ketersediaan pasokan, dan kelancaran distribusi beras, mengingat beras merupakan salah satu komoditas strategis yang harganya cukup fluktuatif di Minahasa.

”Melalui pasokan beras dari Sidrap, kerjasama ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat Minahasa, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha di kedua kabupaten,” sebut Joko.

Senada dengan Joko, H. Syaharuddin Alrif menyambut baik KAD G2G dan B2B dengan Minahasa, khususnya dalam penguatan pasokan komoditas beras. Sebagai daerah yang memiliki surplus produksi, Sidrap siap mendukung kebutuhan beras daerah lain melalui sistem pertanian yang terus diperkuat, mulai dari dukungan irigasi yang memadai, penerapan inovasi seperti listrik masuk sawah, hingga penguatan hilirisasi dan pengolahan hasil pertanian.

”Distribusi beras dari Sidrap selama ini telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Kalimantan, Papua, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah, dengan kapasitas pengiriman yang besar setiap harinya. Dengan potensi tersebut, kerja sama B2B antara supplier beras Sidrap dan pedagang beras Minahasa diharapkan dapat berjalan optimal, berkelanjutan, serta menjadi langkah konkret dalam memperluas pasar beras Sidrap sekaligus menjaga ketersediaan pasokan bagi Kabupaten Minahasa,” tutup dia.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan KAD G2G antara Pemkab Minahasa dengan Pemkab Sidrap. Ke depan, kerjasama ini juga berpotensi diperluas pada komoditas pangan strategis lainnya, seperti telur dan daging ayam dari Sidrap ke Minahasa, serta komoditas kelapa dari Minahasa ke Sidrap.

Selain itu, komitmen kerja sama tersebut turut diperkuat melalui penandatanganan KAD B2B antara supplier beras Sidrap dengan dua pedagang besar beras di Minahasa sebagai tindak lanjut konkret dalam memperkuat rantai pasok antardaerah.

Penandatanganan KAD turut dihadiri oleh Wakil Bupati Sidrap, Nur Kana’ah; Ketua DPRD Sidrap, H. Takyuddin Masse; Dandim 1420, Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar; Sekretaris Daerah Sidrap, Andi Rahmat Saleh; dan Sekretaris Daerah Minahasa, Lynda Deisye Watania

(RTG).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *