MANADO, SpiritKawanua.com – Harga beras di Kabupaten Minahasa masih tinggi. Data Juni 2026 mencatat harga beras medium di kisaran Rp14.375 hingga Rp15.625 per kilogram.
Harga tertinggi itu 16% di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Beras premium juga berada di Rp15.000 hingga Rp16.875 per kilogram, atau 13% di atas HET.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Joko Supratikto menuturkan tekanan harga itu terlihat dari Indeks Perkembangan Harga atau IPH. Pada pekan keempat Juni, IPH beras medium Minahasa 4%, jauh di atas rata-rata Sulut 1,55%. IPH beras premium Minahasa 7%, sementara Sulut 3%.
“Hal ini menunjukkan bahwa tekanan harga beras di Kabupaten Minahasa relatif lebih tinggi dibandingkan capaian provinsi. Penguatan pasokan melalui kerja sama antardaerah menjadi langkah yang penting dan relevan,” ujar Joko Supratikto.
Untuk merespons itu, Pemkab Minahasa menandatangani Kerja Sama Antardaerah dengan Pemkab Sidenreng Rappang. Kerja sama G2G ini langsung diperkuat dengan kesepakatan B2B antara supplier beras Sidrap dengan pedagang besar di Minahasa.
Langkah tersebut sejalan dengan strategi 4K pengendalian inflasi: Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.
(RTG)


















