MANADO, SpiritKawanua.com – Provinsi Sulawesi Utara mencatatkan deflasi 1,05% mtm pada Juli 2026. Secara tahun berjalan inflasi berada di level 3,38% ytd, sehingga kembali masuk rentang sasaran nasional 2,5% ±1%.
Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto saat membuka Capacity Building Neraca Pangan Strategis Prov. Sulut 2026 di Manado, Senin (4/8/2026).
Meski sudah deflasi, Joko mengingatkan tekanan pada kelompok pangan bergejolak masih perlu diwaspadai. Penyebabnya, Sulut masih tinggi ketergantungannya pada pasokan dari luar daerah.
“Komoditas seperti aneka cabai, bawang merah, dan hortikultura rentan terdampak gangguan produksi maupun distribusi,” ujarnya.
Karena itu, BI mendorong penguatan sinergi TPID melalui kerangka 4K dan program GPIPS harus ditopang data pasokan yang akurat, tervalidasi, dan terkini. “Melalui penguatan Neraca Pangan Daerah, diharapkan tersedianya data pangan yang akurat, terkini, dan terintegrasi sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran,” kata Joko.
Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulut Rahel R. Rotinsulu, narasumber dari Bapanas Tri Aris Indrayanto dan BPS Sulut Norma Olga Frida Regar, serta Tim Ahli Gubernur Misi 5.
(RTG)


















