MANADO, SpiritKawanua.com – Bank Indonesia mengaku tantangan ke depan adalah memastikan investasi yang masuk ke Sulawesi Utara semakin terdiversifikasi, bernilai tambah, dan berdampak ke masyarakat luas.
Kepala KPw BI Sulut, Joko Supratikto mengatakan investor tidak cukup hanya melihat momentum ekonomi. Mereka butuh kepastian.
“Investor memerlukan komitmen proyek yang jelas, informasi yang memadai, proyek yang siap serta dukungan koordinasi yang berkelanjutan,” ujar Joko di NSIF 2026, Jumat (7/8/2026).
Untuk menjawab itu, Pemprov Sulut membentuk Regional Investment Relations Unit (RIRU). Anggotanya terdiri dari DPMPTSP, Bank Indonesia, OPD terkait, dan instansi vertikal.
“Di sinilah peran RIRU mengambil peran strategis bersama. Yang akan diwujudkan adalah komitmen proyek yang jelas, informasi yang memadai, proyek yang siap, serta koordinasi berkelanjutan,” jelas Joko.
Saat ini realisasi investasi PMDN dan PMA di Sulut masih relatif terkonsentrasi di wilayah dan sektor tertentu.
(RTG)


















