MANADO, SpiritKawanua.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara merilis pertumbuhan ekonomi Sulut Triwulan III/2026 tumbuh 4,85% secara year on year (y-on-y).
Kepala BPS Provinsi Sulawesi Utara, Watekhi, memaparkan angka tersebut melambat 0,57% dibandingkan Triwulan II/2026 yang tumbuh 5,42%.
“Ekonomi Sulawesi Utara Triwulan III/2026 tumbuh 4,85 persen (y-on-y). Jika dibandingkan Triwulan II/2026, terjadi perlambatan sebesar 0,57 persen,” ujar Watekhi.
Watekhi menjelaskan, secara kumulatif atau c-to-c, ekonomi Sulut hingga Triwulan III/2026 tumbuh 5,26%.
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan y-on-y didorong oleh jasa kesehatan dan kegiatan sosial, penyediaan akomodasi dan makan minum, serta jasa lainnya yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi.
Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi LNPRT, impor luar negeri, dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) mencatatkan pertumbuhan tertinggi.
Menurut Watekhi, sektor jasa masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Sulut di tengah perlambatan tersebut.
(RTG)


















