MANADO, SpiritKawanua.com – Badan Pusat Statistik mencatat inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Sulawesi Utara pada April 2026 sebesar 2,14 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) di angka 111,78.
Dari delapan kabupaten/kota, Kota Manado mencatat inflasi tertinggi sebesar 2,97 persen dengan IHK 110,35. Sementara inflasi terendah terjadi di Kabupaten Minahasa Utara hanya 0,44 persen, meski IHK-nya paling tinggi yaitu 114,37.
Kenaikan harga dipicu oleh delapan kelompok pengeluaran. Kenaikan paling signifikan terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 10,10 persen serta kelompok pendidikan 9,67 persen. Disusul kelompok transportasi 3,51 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 1,74 persen, dan makanan, minuman, serta tembakau 1,68 persen. Kelompok perumahan, kesehatan, dan restoran juga mengalami kenaikan, meski di bawah 2 persen.
Di sisi lain, tiga kelompok justru mengalami deflasi. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya turun 1,86 persen, pakaian dan alas kaki turun 0,99 persen, serta perlengkapan rumah tangga turun 0,10 persen.
“Secara bulanan, inflasi month to month (m-to-m) Sulut pada April 2026 tercatat 0,96 persen. Sementara inflasi year to date (y-to-d) sejak Januari hingga April 2026 mencapai 2,93 persen,” jelas Watekhi, Kepala BPS Sulut.
Data ini menunjukkan tekanan harga paling besar masih datang dari sektor jasa dan pendidikan, sementara harga kebutuhan rekreasi dan sandang mulai melandai.
(RTG)


















